Penyebab Keputihan pada Wanita dan Cara Mengatasinya

Posted by Dea Cantik Menawan on

Keputihan adalah sesuatu yang alami dan pasti dialami oleh setiap wanita. Karena cairan putih yang keluar dari Miss V sebenarnya sangat bermanfaat bagi kesehatan sistem reproduksi mereka.

Tapi sayangnya, beberapa wanita kadang-kadang mengalami keputihan yang berlebihan, ada yang terasa gatal, dan kadang terasa sangat mengganggu, termasuk ketika hamil. Nah, sebagai seorang wanita, untuk bisa tampil cantik dan sempurna setiap hari tentu tidak cukup sebatas melakukan perawatan wajah dan kulit luar saja. melainkan, kita perlu menjaga kesehatan di bagian-bagian yang tersembunyi seperti area genital.

Khusus bagi Anda yang mengalami masalah keputihan,

Anda bisa mengetahui penyebab keputihan pada wanita dan cara mengatasinya dengan membaca artikel di bawah ini.


Penyebab keputihan

Penyebab keputihan dan Cara mengatasi keputihan


Cairan berwarna putih bening yang keluar dari vagina merupakan cairan yang diproduksi oleh kelenjar serviks. Fungsinya adalah untuk membawa keluar bakteri dan sel-sel yang sudah mati. Dengan begitu, Miss V akan terjaga kesehatan dan kebersihannya, serta terhindar dari infeksi dan berbagai masalah.

Namun dalam beberapa kasus, kadang-kadang ada wanita yang mengalaminya secara tidak normal atau berlebihan. Walau demikian, Anda juga harus tahu bahwa jumlah, warna, serta baunya, bisa bervariasi antara satu wanita dengan wanita lainnya. Semuanya sangat tergantung pada beberapa faktor seperti siklus mestruasi, masa ovulasi, kondisi menyusui, kehamilan, atau bisa juga dipengaruhi oleh rangsangan seksual.  

Bagaimana cara mengidentifikasi dan mengetahui keputihan yang tidak normal?

Cara mengidentifikasinya cukup mudah. Apabila keputihan disertai rasa panas atau gatal yang menyebabkan rasa tidak nyaman pada Miss V, maka Anda wajib mewaspadai bakteri atau faktor penyebab lainnya seperti infeksi yang dapat mengancam kesehatan Anda.

Adapun faktor penyebab keputihan tidak normal (abnormal) yang menyebabkan perubahan warna, bau, dan jumlah keputihan itu sendiri, bisa dilihat pada poin-poin di bawah ini.


A. Bakteri vaginosis

Bakteri ini merupakan penyebab utama keputihan, karena biasanya dapat memicu infeksi. Apabila terjadi infeksi pada Miss V, maka volume cairan keputihan akan meningkat dan umumnya akan berbau sangat kuat dan tidak sedap (berbau busuk). Beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko terjangkit bakteri vaginosis di antaranya adalah:
  • Sering berganti-ganti pasangan seksual

  • Sering mendapatkan oral sex dari pasangan 

B. Trikomoniasis

Penyebab keputihan pada wanita yang lainnya adalah karena adanya organisme bersel satu yang menyebabkan infeksi, yang disebut trikomoniasis. Infeksi jenis ini biasanya menyebar melalui kontak seksual. Akan tetapi, bisa juga menyebar melalui cara lain seperti, melalui pertukaran baju renang dan penggunaan handuk atau pakaian dalam.

Ciri-ciri Anda mengalami infeksi trikomoniasis:

Anda akan melihat cairan berwarna kekuningan atau kehijau-hijauan yang berbau busuk. Gejalanya, kadang-kadang menimbulkan rasa sakit, gatal, dan bisa juga menyebabkan peradangan. Walau demikian, pada beberapa wanita kadang-kadang mereka tidak mengalami gejala apapun.



C. Infeksi jamur

Infeksi jamur dapat mengakibatkan munculnya kotoran berwarna putih seperti keju yang menimbulkan sensasi panas dan gatal. Infeksi jamur ini merupakan penyebab keputihan lainnya yang tidak normal pada wanita. TapiAnda harus tahu bahwa kehadiran jamur di dalam Miss V adalah sesuatu yang normal. Hanya saja, apabila pertumbuhannya melewati batas atau berlebihan, hal tersebutlah yang dapat menyebabkan masalah keputihan.



D. Gonore dan klamidia

Gonore dan klamidia adalah infeksi menular seksual yang bisa menyebabkan cairan keputihan menjadi abnormal. Perubahan yang terjadi biasanya berupa, perubahan warna cairan keputihan menjadi kekuningan atau kehijauan.



E. Akibat peradangan pelvis

Radang pelvis atau radang panggul adalah infeksi yang biasanya diakibatkan oleh kontak seksual. Kondisi ini bisa dialami oleh seorang wanita apabila organ reproduksi mereka kemasukan bakteri yang menyebabkan keputihan jadi bau dan kotor.


F. Human Papilloma Virus (HPV) atau kanker serviks

Kontak seksual dapat menyebabkan penyebaran Human Papilloma Virus. Orang yang terkena HVP biasanya akan mengalami infeksi. Infeksi tersebut bisa berubah jadi kanker serviks. Berikut adalah beberapa gejala atau ciri-ciri (tanda) yang bisa muncul apabila seseorang terkena kanker serviks:
  • Keputihan berwarna merah atau berdarah

  • Keputihan berwarna kecoklatan

  • Keputihan berbau tidak sedap

Untuk mengatasinya atau untuk mencegahnya, Anda bisa melakukan pap smear (tahunan) dan tes HPV.



Cara mengatasi keputihan pada wanita

Untuk menghilangkan keputihan yang tidak berbahaya, yang diakibatkan penggunaan pil kontrasepsi, penggunaan antibiotik, termasuk akibat hamil, Anda bisa melakukan beberapa tips berikut ini:
  • Kompres dengan menggunakan air dingin untuk mengurangi pembengkakan dan rasa gatal

  • Jika keputihan terjadi karena dipicu oleh konsumsi obat-obatan antibiotik, Anda bisa menurunkan resiko terkena infeksi jamur dengan cara rajin mengkonsumsi yoghurt

  • Untuk mengatasi penyebaran dan penularan berbagai penyakit kelamin, gunakan pelindung seperti kondom saat berhubungan seks dan segera lakukan pengobatan jika Anda mengalami masalah kesehatan genital

  • Jika keputihan disebabkan oleh infeksi jamur, Anda bisa mengandalkan gel anti jamur atau krim anti jamur yang bisa dibeli di toko obat atau Apotik

  • Apabila Anda mengalami keputihan yang tidak normal setelah pengobatan mandiri dan hasilnya tidak menunjukkan kemajuan selama seminggu, Anda wajib memeriksakan diri ke dokter.

  • Untuk menghindari keputihan, cobalah menjaga agar Miss V tetap kering dan tidak lembab. Biasakan diri untuk mengeringkan area genital dengan handuk khusus sesaat setelah buang air kecil atau buang air besar

  • Hindari menggunakan pakaian yang terlalu ketat seperti stocking, legging, atau kain (celana) yang terbuat dari bahan sintetis

  • Jika tidak dibutuhkan, hindari menggunakan celana dalam (underwear) saat tidur di malam hari

  • Biasakan membasuh kemaluan dari depan ke belakang setelah buang air kecil, dan bukan sebaliknya

Bahan alami yang bisa digunakan untuk mengatasi dan mengobati keputihan

Mengobati keputihan


1. Kunyit

  • Sediakan dua ruas kunyit yang sudah dibersihkan dan dikuliti

  • Lalu, parut halus atau blender 

  • Peras airnya dan tambahkan sedikit air bersih

  • Tambahkan 1 sdm (sendok makan) madu

  • Minum 2 kali sehari

2. Bawang putih

Bawang putih merupakan herbal atau obat alami untuk menghilangkan keputihan yang banyak digunakan secara tradisional karena mengandung sifat antibakteri dan anti-jamur. Cara memanfaatkannya: konsumsilah bawang putih secara rutin untuk menghambat agar bakteri dan jamur tidak menyebabkan masalah pada alat genital


3. Daun sirih

Bahan alami lainnya yang bisa diandalkan untuk membersihkan area Miss V adalah daun sirih. Cara menggunakannya cukup gampang:
  • Ambil beberapa lembar daun sirih kemudian rebus dengan 2 gelas air

  • Setelah menyisakan kira-kira 1 gelas air, angkat lalu dinginkan

  • Minumlah air rebusan daun sirih tersebut secara rutin setiap hari

Jangan biarkan keputihan mengganggu aktivitas Anda

 

Celana olahraga untuk wanita keputihan


Rasa tidak nyaman yang diakibatkan oleh keputihan memang kadang-kadang sangat mengganggu. Nah, agar Anda tetap bisa berolahraga, bekerja, dan melakukan berbagai aktivitas lain secara normal, gunakanlah pakaian-pakaian yang nyaman, terutama yang terbuat dari bahan katun. 

Untuk berolahraga misalnya, belilah pakaian olahraga bagus yang benar-benar bisa menyerap kelembaban/keringat dan nyaman dikenakan. Ketika bekerja, Anda bisa mengandalkan pentilainer untuk mencegah agar cairan keputihan yang keluar berlebihan dari Miss V tidak meninggalkan noda pada celana yang Anda kenakan.


Share this post



← Older Post Newer Post →


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published.